Sahabat Indonesia, kali ini saya ingin
mengajak ke sebuah pulau kecil di sebelah Utara Pulau Kalimantan. Namanya pulau
Sebatik, pulau ini menyimpan banyak keunikan disbanding pulau-pulau lain yang
ada di Nusantara.
Sahabat Indonesia….
Pulau Sebatik merupakan pulau kecil yang
melengkapi gugusan kepulauan Nusantara yang terletak di provinsi paling baru di
Indonesia yakni Kalimantan Utara, tepatnya masuk kedalam wilayah administratif
kabupaten Nunukan. Pulau Sebatik ini merupakan pulau yang dimiliki oleh dua
Negara. Sebagian wilayah milik Indonesia dan sebagian lagi milik Malaysia.
Bagian Selatan Pulau Sebatik memiliki
luas sekitar 246, 61 km² yang merupakan wilayah kabupaten Nunukan, Indonesia.
Sementara bagian selatan Pulau Sebatik milik Negara Bagian Sabah, Malaysia, dengan
luas kurang lebih sekitar 187,23 km². Sementara sisanya 375, 52 hektar
merupakan kawasan konservasi yang dipenuhi tanaman Bakau. Inilah yang
menjadikan Pulau Sebatik sangat unik dan menarik untuk dikunjungi.
Untuk mengunjungi tempat ini, wajib
melalui jalur Laut, karena disini belum ada penerbangan komersial yang terbang
ke Pulau Sebatik. Jadi, kita harus menggunakan speedboat dari Kota Tarakan atau
lewat Nunukan. Jika lewat Tarakan, Sahabat bisa menumpangi speedboat menuju
Pulau Sebatik, Sahabat cukup merogoh kocek Rp 230.000 dengan waktu tempuh
sekitar 3 jam perjalanan. Sementara jika sahabat memilih jalur via Nunukan akan
jauh lebih murah dan lebih dekat karena posisi Pulau Sebatik bersebelahan
dengan Pulau Nunukan.
Berbincang tentang pulau ini, merupakan
sebuah nostalgia masa lalu bagi saya ketika masih berdomisili di pulau ini.
Tempat ini menyisahkan banyak kenangan, beberapa diantaranya adalah hal-hal
unik yang ada di pulau Sebatik.
Sahabat Indonesia
Berikut Hal-hal
yang menjadikan sebatik menjadi Unik.
1.
Sebatik terletak
di Kalimantan namun Penduduknya mayoritas Suku Bugis
Wilayah Indonesia di Pulau
Sebatik dihuni sekitar 47.709 Jiwa yang diperkirakan sekitar 90% adalah suku
Bugis yang bermukim di lima kecamatan yaitu Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik
Timur, Sebatik Utara, dan Sebatik Tengah, sisanya adalah suku jawa dan suku
pribumi yaitu suiku tidung. Berada di Pulau Ini saya merasa di kampung sendiri
karena mayoritas masyarakat menggunakan bahasa bugis dalam berkomunikasi.
2. Masyarakat di Pulau Sebatik
Menggunakan dua mata Uang
Pulau Sebatik terbilang
unik karena menggunakan dua mata uang yaitu Rupiah dan Ringgit Malaysia. Hal
tersebut tidak mengherankan karena masyarakat disana berbelanja beberapa
kebutuhan pokok rumah tangga di Tawau, Malaysia, daripada ke Nunukan, bukan
karena tidak memiliki rasa nasionalisme yang cukup besar, namun karena
terkendala jarak yang cukup jauh yang memakan waktu berjam-jam hanya untuk
sampai ke Kota Kabupaten Nunukan.
Mereka sangat bergantung
ke negara tersebut dalam hal penyediaan bahan-bahan memasak dan makan. Hal
inilah yang memaksa mereka untuk memakai Ringgit sebagai alat tukar.
3.
Rumah dua Negara
Disebut rumah dua Negara
karena rumah salah satu masyarakat yang terletak di Desa Aji Kuning Kecamatan
Sebatik Tengah ini sejak tahun 1977 berdiri tepat di perbatasan di
Indoneisia-Malaysia di dekat tugu patok 3 perbatasan. Keunikan ini kelihatan
jelas sekali karena ruang tamu tersebut berada di wilayah Indonesia dan
dapuryna terletaj di wilayah Malaysia.
4.
Tugu Perbatasan
Garuda Perkasa
Satu lagi nih hal unik yang
ada di sebatik, yaitu Tugu Perbatasan Garuda Perkasa. Tugu Garuda Perkasa yang
berdiri kokoh di atas bukit tepat berada di pinggir jalan. Tugu yang
menggambarkan semangat dan perjuangan bangsa dalam menjaga kedaulatan
wilayahnya ini tergambar dalam Patung Burung Garuda dengan tulisan yang cukup
besar. Dari atas Tugu ini, kita bisa melihat pemandangan sekitarnya yakni area
persawahan milik warga setempat dan juga area Kelapa Sawit.
Sahabat Indonesia…..
Pernah berdomisili di Pulau ini
mengajarkan saya banyak hal tentang Nasionalisme atau kecintaan saya terhadap
Bumi Pertiwi Indonesia. Bahwa sekalipun mayoritas kebutuhan hidup masyarakat di
sebatik sumbernya dari Negara tetangga Malaysia namun sedikit pun tidak
melunturkan semangat cinta tanah air tercinta Indonesia.
Sahabat Indonesia….
Sekian sepenggal cerita dari Pulau
Sebatik, semoga dapat bermanfaat buat kita semua. (*)